Monday, 19 February 2018

Laporan Kadet Mesin PKL Banyuwangi ( Ketapang-Gilimanuk)

PKL BANYUWANGI
SMK PELAYARAN AKPELNI
SEMARANG


Nama : Bibit Wisnu Saputra
Kelas : XI Teknika 2
NIT :16081070





II. MESIN PENGGERAK UTAMA
1.Sebutkan spesifikasi mesin penggerak utama di kapal anda praktik ?
2.bagaimanakah prinsip kerjannya ?
Jawab :
Langkah hisap :
1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
2.Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
3.Kruk As berputar 180 derajat
4.Noken As berputar 90 derajat
5.Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder
Langkah kompresi :
  1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
  2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
  3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
  4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
  5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
  6. Noken as mencapai 180 derajat
Langkah Usaha :
  1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
  2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
  3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
  4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
  5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
  6. Putaran Noken As 270 derajat
Langkah buang :
  1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
  2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
  3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
  4. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
  5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)
4.jelaskan system poros/ transmisi kapal anda ?
Jawab : Putaran dari motor diteruskan ke input shaft (poros input) melalui hubungan antara clutch/ kopling, kemudian putaran diteruskan ke main shaft (poros utama), torsi/ momen yang ada di mainshaft diteruskan ke spindel mesin, karena adanya perbedaan rasio dan bentuk dari gigi-gigi tersebut sehingga rpm atau putaran spindel yang di keluarkan berbeda, tergantung dari rpm yang di inginkan.
3.jelaskan system pengoperasian dari motor induk tersebut ?
Jawab :
1.jalankan suatu generator lagi untuk di paralel degan generator yang sedang jalan.
    untuk menjalankan mesin induk, banyak di butuhkan tenaga listrik, karena hampir seluruh pesawat bantu di jalankan
2. jalankan main air compressor, untuk mengisi udara bertekanan pada bejana udara penjalan, posisikan auto . tekanan udara yang di butuhkan s/d 30 kg/cm2
3. apabila di lengkapi, jalankan auto blower untuk pembilasan awal.
4. jalankan pompa minyak pelumas mesin induk ( M.E.L.O pump ).
5. putar handel pemutar pompa minyak pelumas silinder  ( handle dari cylinder lubricating oil )
6. jalankan pompa bahan bakar diesel ( diesel oil pump )
7. periksa sistem udara pengontrol ( control air sistem )
8. jalankan pompa pendingin air tawar ( apabila semua di pelabuhan tidak di jalankan untuk "Engine Warming" )
9. sea water cooling pump, stand by untuk di jalankan.
10.putar mesin induk dengan menyambung dengan turing gear, selama 5 atau 10 menit, sambil kran - kran pembuangan gas ( gas indikator cock ) terbuka selesai torngear segera lepas kendali
11. beritahu anjungan, bahwa mesin akan melakukan blow up, sekaligus akan mencoba maju dan mundur di tempat, pekerjaan blow up, majudan mundur, baru di kerjakan apabila ada persetujua dari anjungan.
4.sebutkan bagian penting dari motor induk di kapal anda dan jelaskan fungsinya masing-masing
Jawab :
1. Blok silinder (Cylinder Block)
fungsi : sebagai tempat untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran bahan bakar.

2. Torak (piston)
fungsi : untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol (crank shaft) melalui batang torak (connecting road).

3. Cincin Torak (Ring piston)
fungsi: - Mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha.
- Mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar. 
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.

4. Batang Torak (Connecting Rod)
fungsi: Menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar dan meneruskannya keporos engkol.

5. Poros Engkol (crank shaft)
fungsi: Mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang akhirnya menggerakkan roda-roda.

6. Bantalan (Bearing)
fungsi: Mencegah keausan dan mengurangi gesekan pada poros engkol.

7. Roda Penerus (Fly Wheel)
fungsi: Menyimpan tenaga putar ( inertia ) yang dihasilkan pada langkah usaha, agar poros engkol tetap berputar terus pada langkah lainnya.

8. Katup (Valve)
fungsi: Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang.

9. Pegas Katup (Valve Spring)
fungsi: Mengembalikan katup pada kedudukan/posisi semula dan memberi tekanan pada katup agar dapat menutup dengan rapat.

10. Tuas Katup ( Rocker arm )
fungsi: Menekan katup - katup sehingga dapat membuka.

11. Batang pendorong ( push rod )
fungsi: Meneruskan gerakan valve lifter ( pengangkat katup ) ke rocker arm.

12. Pengangkat Katup ( Valve Lifter )
fungsi: Memindahkan gerakan camshaft ( poros nok ) ke rocker arm melalui push rod.

13. Poros Bubungan / Poros Nok ( camshaft )
fungsi: Membuka dan menutup katup sesuai dengan waktu ( Timming ) yang telah ditentukan.

14. Karter ( Oil Pan )
fungsi: Menampung oli pelumas.

15. Pena Torak ( Piston pin )
fungsi: Menghubungkan torak dengan connecting rod melalui lubang bushing.

16. Bantalan Luncur Aksial ( Thrust Waser )
fungsi: Menahan poros engkol agar tidak bergerak/bergeser maju-mundur.

17. Timming Chain : rantai timing / Timing Belat : sabuk timing
fungsi: Menghubungkan gerak putar poros engkol keporos nok.

18. Kepala Silinder ( Cylinder Head )
fungsi: Tempat kedudukan mekanisme katup, ruang bakar, busi dan sebagai tutup blok silinder.

19. Dudukan Katup ( Valve Seat )
fungsi: Tempat dudukan katup saat menutup.

5.buatlah gambar penampang memanjang dan melintang dari motor induk di kapal anda ? :
Jawab :
6.Buatlah gambar penataan dari system poros/transmisi dari motor sampai ke propeller :
Jawab :

7.Jelaskan system pengaman pejalan (interlock system) di kapal anda
Jawab : istem interlock adalah suatu cara untuk mengamankan jalannya proses serta pengamanan perlatan dari unit yang paling kecil sampai keseleuruhan sistem. Dimana alat pengaman tersebut terkait satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk satu kesatuan yang akan bekerja secara serentak apabila kondisi proses atau alat mengalami gangguan. Disamping itu, sistem interlock ini juga dilengkapi dengan sistem untuk menjaga kelancaran operasinya suatu mesin (pompa/kompresor) yang mana pada pompa, turbin dan kompresor yang besar biasanya dilengkapi pompa pelumas utama dan pompa pelumas pembantu, apabila terjadi kegagalan pada pompa utama maka dengan sistem interlock maka pompa pembantu akan autostart untuk menggantikan fungsi pompa utama.
8.Sebutkan system penanganan keadaan darurat dan alarm dari motor induk di kapal anda : Apabila terjadi trouble ME maka atas sensor berkenan oli atau air itu masalah akan berbunyi di alarmnya
9. Sistem alarm apa sajakah dari motor induk yang terdapat pada panel/ ruang control :
. – Lub Oil
- Air
- Over Speed
10. Jelaskan persiapan mesin induk sebelum kapal berangkat :
Lihat dulu daily tank berapa kapasitas BB
- Siapkan udara pejalan
- Buka kran air sistim pendinginan ME
- Cek kapasitas air di dalam ME
- Pompa oli ME
- Pompa oli Gear Box
- Buka kran indicator Valve
- Turning Gear
- Tutup kran indicator valve
- Start Engine
11. Bagaimanakah cara melakukan kapal tempat anda praktik dari haluan maju menjadi haluan mundur atau sebaliknya : Pakai Gear Box
12. Bagaimanakah cara mematikan dan mendinginkan mesin induk ? :
Buka kran indicator
- Reck BB diturunkan
- Turning Gear
- Tutup kran BB.Air
13. Apakah tujuan dari diadakannya percobaan terhadap mesin induk ? : Supaya menghindari propeller terhadang barang
14. Apa sajakah yang perlu dilakukan selama kapal berolah gerak ? : Perhatikan sensor-sensor,Manometer,Lub Oil,RPM
15. Bagaimana cara menjaga kondisi mesin agar mencapai kecepatan normal ? :
. – Sistim BB : Bersihkan BB
- Pendinginan : Perhatikan filter air laut perhatikan ZA
- Lub Oil : Ganti lub oil sesuai dengan running (jam kerja mesin)
16. Apa saja yang dipersiapkan pada mesin dari perubahan kecepatan olah gerak sampai kecepatan normal (service speed) ? : cek bahan bakar, cek jumlah oli
17.Jelaskan mengapa putaran kritis (critical speed) harus dihindari dan berapakah putaran kritis di kapal anda ? : – Supaya mencegah mesin agar tidak terlalu panas
- Komponen mesin cepat rusak
18.Jelaskan system apakah yang dipergunakan pada pendinginan, pelumasan, dan gas buang mesin tersebut dan dilengkapi dengan sketsa gambar ? :

19.Bagaimanakah cara melakukan perawatan pompa bahan bakar ? :
Filter BB
- Impeller Gear
- Penekan Packing
20.Sebutkan jenis bahan bakar yang digunakan ? : HSD saja
21.Bagaimanakah cara menghitung kebutuhan bahan bakar mesin induk pada kapal tempat anda praktik : rata –rata bahan bakar perjam X 24 jam
22.Sebutkan jenis minyak pelumas yg digunakan pada motor induk kapal tempat anda praktik dan berapa kebutuhannya : Meditran S40 kebutuhan 200 liter / Engine
23.Berilah penjelasan teknik pengisian tekanan pada motor diesel 4 tak :
-Dengan mengisi botol angin dengan penuh
-cek bahan bakar mesin
- cek tekanan oli
24.Berilah penjelasan jadwal perawatan dan perbaikan mesin induk di kapal tempat anda praktik : Setiap jam kerjanya 900 jam
25.Bagaimana cara melakukan perawatan terhadap poros baling-baling : Perawatan dilakukan di dock 1 tahun 1 kali
26.Jelaskan sistem aliran dan pemanfaatan gas buang pada mesin induk :
27.Buatlah daftar seluruh alat kerja atau tools yg dipergunakan dengan tangan dan jela skan fungsinya :
-Tang:untuk untuk mencengkram atau memegang komponen yang akan di buka dengan cara diputarkan bagiannya
-Kunci pas ring: Untuk memberikan momen tambahan yang lebih besar pada baut dan mur karena memiliki lengan yang agak panjang baik untuk membuka maupun mengencangkan
- Jangka sorong : untuk mengukur diameter benda
28.Buatlah daftar dari mesin kerja yg dipergunakan untuk pembuatan (vibrikasi)/ perbaikan dan jelaskan fungsi penggunaannya :
-Tang:untuk untuk mencengkram atau memegang komponen yang akan di buka dengan cara diputarkan bagiannya
-Kunci pas ring: Untuk memberikan momen tambahan yang lebih besar pada baut dan mur karena memiliki lengan yang agak panjang baik untuk membuka maupun mengencangkan
- Jangka sorong : untuk mengukur diameter benda
Obeng : membuka/menutup baut kecil
29.Jelaskan komponen2 kelistrikan sistem start mesin yg ada di kapal anda tempat praktek : Aki -> ke kontak -> Swich Stater -> Gigi bendid -> Fly Wheel
30.Jelaskan cara mengganti/memeriksa kondisi dari keausan dan clearance serta overhaul dan tes dari beberapa komponen berikut :
a.Katub buang : . – Lihat Clereance harus sesuai manual book
- Klep dan setting terjadi aus apa tidak
b.Katub injeksi bahan bakar : . Sesuai dengan presure test menurut manual book
c .Pompa injeksi bahan bakar : . Starting value tidak terjadi lengklet / macet
d.Katub udara pejalan : . Safety valve jika presure lebih dari ketentuan akan bunyi
e. Katub keamanan :
f.Katub indikator :
31.jelaskan cara mengganti (overhaul) komponen berikut untuk pemeriksaan penyetelan clearance :
a.kepala silinder : -Siapkan manual books pemeliharaan melepas cylinder head.
- Drain / keluarkan air pendingin Jaket Water ( JW ).
- Tutup stop kran air pendingin JW.
- Lepas tutup cover cylinder head.
-Lepas exhaust manifold.
-Lepas intake manifold.
-Lepas L Boch.
-Lepas indicator cock.
-Tutup stop kran BBM.
-Lepas pipa injektor.
-Lepas pipa udara start.
-Lepas pipa air jaket water yang berhubungan dengan cylinder head.
-Lepas roker arm dan komponen-komponennya.
-Lepas cover pengaman komponen diatas cylinder head.
-Lepas baut cylinder head.
-Setelah baut cylinder head dilepas cylinder head diangkat & diturunkan.
-Lepas spring valve intake maupun exhaust, selanjutnya lepas cashing valve exhaust kemudian setelah valve intake dilepas dibersihkan dan diskur selanjutnya diukur sesuai petunjuk manual books.
-Rakit kembali chasing valve exhaust, valve intake dirakit pada cylinder head.
-Lepas starting valve selanjutnya dibersihkan dan diskur setelah selesai dirakit kembali dan dipasang pada cylinder head.
-Bersihkan injektor dan ditest tekanannya sesuai standar, kalau tekanannya tidak sesuai dibongkar kemudian sesuaikan tekanannya selanjutnya pasang kembali pada cylinder head.
-Setelah komponen-komponen cylinder head dirakit, cek kembali ikatan-ikatannya.
-Sebelum dipasang cylinder head bloknya dibersihkan dan cek ring cylinder head.
-Ingatkan waktu memasang cylinder head jangan dipasang dulu exhauste manifol maupun intake manifol, elboch maupun komponen yang menghambat waktu mengikat cylinder head karena kalau dipasang cylinder head tidak rapat mengakibatkan kompresi bocor ada toleransi untuk memasang intake manifol dengan syarat bautya asal bisa masuk saja , bautnya jangan terlalu dalam/rapat,
-Pasang kembali cylinder head, ikatan sesuai manual books.
-Pasang kembali perangkat / komponen-komponennya dan stel valve intake maupun exhaust, clearence sesuai dengan manual book
-Setelah pekerjaan selesai cek kembali semua ikatan-ikatan pada komponen cylinder head dan yakinkan tidak ada tools yang ketinggalan.
B-uka kembali stop kran air pendingin untuk pengisian. Dan buka kran stop BBM selanjutnya jalankan pompa air pendingin untuk pembuangan angin dan cek kalau ada kebocoran.
-Yakinkan kondisi mesin siap operasi.
b. torak,rings,dan ringsscraft batang torak : dengan cara melepasnya dari mesin lalu dilepas bagian-bagian dari torak tersebut lalu dibersihkan
c. cross head bearing dan cross head guidess : dengan cara membersihkannya
d.crank pin bearing : dibersihkan bagian- bagiannya
e. bantalan utama : dibersihkan dan diperiksa
f. cylinder liner dan cylinder oil lublicator : Pengukuran diameter bagian dalam silinder (Cilinder Liner) antara posisi depan-belakang (Fore-after) pada posisi dari atas sampai kebawah (minimal 5 posisi), kemudian diperbandingkan dengan diameter standar, berapa kelebihan (plus) keausannya.
b. Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui seberapa jauh diameter dinding silinder (cylinder liner) yang sudah mengalami keausan akibat gesekan dengan torak (badan torak) dan juga adanya kemungkinan keausan dinding silinder yang tidak merata.
c. Pengukuran diameter bagian dalam silinder (Cilinder Liner) antara kiri-kanan (port-starboard) pada posisi dari atas sampai kebawah (minimal 5 posisi), diperbandingkan diameter standar, berapa kelebihannya (plus) keausan silinder tersebut.
d. Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui seberapa jauh diameter dinding silinder (cylinder liner) yang sudah mengalami keausan akibat gesekan dengan torak (badan torak) dan juga adanya kemungkinan keausan dinding silinder yang tidak merata.
e. Sama halnya dengan pengukuran badan torak demikian juga dengan dinding silinder, kita perlu memastikan bahwa dinding silinder dalam keadaan masih standar dan tidak ada yang termakan / aus atau membentuk OVAL yang dapat mengakibatkan lolosnya udara kompresi dan gas pembakaran didalam silinder menerobos ke ruang engkol dan seterusnya dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran / ledakan.
f. Pastikan bahwa seluruh dinding silinder tidak ada yang tergores membentuk alur dari atas sampai kebawah, apabila terdapat goresan / alur walaupun masih kecil sekalipun tetapi arahnya memanjang dari atas ke bawah, maka lebih baik segera dilakukan penggantian silinder baru. Kondisi ini dapat mengakibatkan lolosnya udara kompresi dan gas pembakaran di dalam silinder menerobos ke dalam ruang engkol dan dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran / ledakan.
g. Pastikan semua lubang-lubang Cylinder Oil Apparat, dapat mengeluarkan minyak pelumas dengan baik, tidak ada yang buntu dengan jalan lakukan Priming Cylinder Oil Apparat Pump olehseseorang personil yang membantu pemeriksaan dan pengukuran diameter silinder.
h. Pemeriksaan jumlah besaran minyak pelumas yang keluar (cylinder oil apparat) dari dinding silinder tersebut, jangan sekali-kali dikurangi jumlah besaran minyak pelumas tersebut, kecuali sudah melalui perhitungan yang teliti sesuai buku petunjuk dari pabriknya.
i. Akibat dari penyetelan (pengurangan) jumlah besaran minyak pelumasan dinding silinder, dapat menyebabkan berkurangnya sistem pelumasan dinding silinder terhadap gesekan ring torak dan torak itu sendiri, dan berakibat menambah ”percepatan keausan” ring torak atau bahkan torak atau silinder itu sendiri yang selanjutnya, membuat lolosnya kompresi dan gas pembakaran menerobos menerobos ke dalam ruang engkol dan dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran / ledakan.
g. starting air control valve : Starting valve terdiri dari katup utama, piston, bushing dan spring yang merupakan g. G. komponen utama dari starting valve. Katup utama akan membuka jika udara kontrol menekan piston sehingga valve terbuka dan udara bertekanan 30 bar masuk ke ruang bakar menekan piston. Hal tersebut berlangsung berurutan sesuai dengan urutan firing order sampai terjadi pembakaran di ruang bakar. Setelah terjadi pembakaran di ruang bakar maka staring air control valve akan berhenti bekerja dan semua starting valve akan menutup.
h. auxilary blower : dibersihkan baling-balingnya dan dicek
32.jelaskan cara :
A.Melakukan over haul pelat pemisah/dis blower: Penggunaan lingkungan harus dijaga tetap rapi, permukaan kipas tetap bersih, saluran masuk dan stopkontak sebaiknya tidak bermacam-macam. Secara berkala hilangkan debu dan kotoran lainnya di kipas dan tabung.
B. Memeriksa ruang dalam roda gigi : - Hanya dapat dioperasikan dengan kondisi blower penuh, sambil mempertahankan kapasitas catu daya, stabilitas voltase, sangat dilarang, jalur catu daya harus menjadi jalan khusus, tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama untuk menyalakan garis sementara. .
C. Mengganti metal dari poros vertical atau horizontal : - Turbin angin dalam proses operasi menemukan bahwa kipas angin memiliki suara abnormal, demam motor tinggi, tinggal nyala, bergantian tersandung, tidak bisa start dan fenomena lainnya, sebaiknya segera berhenti cek. Untuk memastikan keamanan, perawatan tidak diijinkan dalam pengoperasian blower. Overhaul harus melakukan commissioning sekitar lima menit, untuk memastikan tidak ada fenomena abnormal dari kekuatan operasi.
D. Memeriksa dan membersihkan tangki air : - Untuk menambah atau mengganti minyak pelumas dan minyak pada bantalan sesuai dengan penggunaan kondisi lingkungan (bantalan motor tertutup tidak harus mengganti pelumas gemuk selama masa servis), untuk memastikan agar kipas angin dalam proses. Dari pelumasan yang baik, pengisian bahan bakar tidak kurang dari 1000 jam / kali, bantalan tertutup dan bantalan motor, pengisian bahan bakar dengan minyak pelumas berbasis litium ZL-3 yang diisi dengan bantalan di dalam dan di luar ring 2/3. Tidak ada operasi kekurangan minyak.
33. jelaskan cara memeriksa dan membersihkan kotoran yg mengendap pada motor induk bagian :
  1. ruang bilas : membersihkan dengan sikat
  2. sump tank : dengan cara membuang oli dan dibersihkan dengan majun
34. jelaskan cara memeriksa komponen berikut :
  1. Poros nok : dicek ada kecacatan atau tidak,diukur
b.Pantei/roda gigi : dicek ada kecacatan atau tidak, diukur, dicek ketajamannya
c.Piston bagian bawah/under piston : mengecek lubang oli, cek sambungan piston dengan batangnya


III. Dinas jaga kamar mesin dan jaga pelabuhan
1. satu jam sebelum kapal berangkat
* menjalankan generator sekaligus parallel dengan generator yang lain untuk menambah daya listrik
*periksa tanki BBM,expansi air tawar pendingin,tambah bila kurang
*periksa tekanan udara start bertekanan 30kg/cm2, isi bila kurang
*jalankan pompa minyak lumas untuk priming
*periksa kondisi minyak lumas
*tutup kran indicator
* bila semua sudah siap siapkan telegraph posisi stanby engine
2. pengetahuan yang harus dimiliki oleh masinis jaga untuk melakukan tugas jaga
*penggunaan system komunikasi internal
*rute meloloskan diri dari kamar mesin
* system tanda bahaya kamar mesin dan harus mampu membebaskan antara berbagai system tanda bahaya yang ada dengan referensi khusus tanda bahaya kebakaran
* jumlah,letak dan jenis jenis alat pemadam kebakaran dan alat pengendali kerusakan dalam kamar mesin bersama dengan penggunaanya dan berbagai kemacetan untuk keselamatan yang harus diperhatikan
3. prinsip pengaturan tugas jaga kamar mesin
*komposisi harus memadai
*pengawasan mesin
*kriteria yang perlu mendapatkan pertimbangan
*jenis kapal,jenis permesinan, dan kondisi permesinan
*kualifikasi dan pengalaman petugas jaga mesin
*kondisi darurat,perairan dangkal,dan pengaruh cuaca buruk
4. Yang mengisi log book tugas jaga adalah perwira mesin yang berjaga dan yang bertanggung jawab adalah perwira jaga yang bersangkutan
5. hal hal yang perlu dilaporkan dalam jurnal jaga kamar mesin
*permesinan yang sedang beroperasi
*kelainan yang teramati
*jumlah bahan bakar yang dipakai dan yang tersisa
*pemindahan bahan bakar,air tawar,air ballast
*pemersinan yang sedang diperbaiki
*kondisi buangan air got,limbah lain yang harus ditangani
6. prosedur dinas jaga
* Setengah jam perwira jaga dan oiler pengganti jaga,turun kamar mesin semua kita periksa,temperature air pendingin ,temperature oli,masuk dan keluar serta dengan tekanan
* Periksa bahan bakar,LO,pump separator dan mesin kemudi
* Panel board,lampu indicator kita periksa
* Temperatur gas buang setiap silinder
* Lihat log book setelah itu serah terima jam jaga
7.yang perlu dilaporkan pada jurnal tugas jaga
*permesinan yang sedang beroperasi
*kelainan yang teramati
*jumlah bahan bakar yang dipakai dan yang tersisa
*pemindahan bahan bakar,air tawar,air ballast
*pemersinan yang sedang diperbaiki
*kondisi buangan air got,limbah lain yang harus ditangani
8.dalam serah terima tugas jaga di kamar mesin pengecekan apa saja yang dilakukan oleh seorang masinis terhadap mesin induk,generator,dan panel listrik ?
jawab :1.tekanan oli aman
2.voltase aman
3.temperatur aman
4.ampere aman
9.jelaskan bagaimana penanganan perbaikan mesin induk apabila dalam peayaran mesin tersebut mengalami kerusakan !
jawab :1.laporan ke perusahaan (kantor)
2.tukis berita acara untuk laporan kerusakan
3.tangani sendiri apabila kerusakannya tidak parah ,jika parah kapal harus dalam kondisi off
10. Ukur dan catat tekanan dan temperature pada waktu mesin berjalan normal pada sistem:
a. Air pendingin : 30 derajat celcius
b. Bahan bakar : di daily tank menunjukan 90
c. Minyak pelumas: 70 derajat celcius
d. Udara bilas : 40 derajat celcius
11. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada mesin induk ketika sedang berjalan ? :
- suhu mesin
- tekanan oli
- bahan bakar di daily tank
12. Untuk apakah pipa-pipa gas buang dilindungi dan dibungkus ? :
Agar tidak bocor dan mencemari udara di ruang mesin
13. Sebutkan tanggung jawab KKM sebagai pembina tugas jaga kamar mesin :
- memastikan seluruh masinis dan awak bagian mesin mengetahui tugas mereka.
- memberitahu nahkoda bila mesin induk perlu diperlambat atau distop di laut
14. Jelaskan apa yang dilakukan bila :
a. Suhu buang terlalu tinggi : periksa suhu udara bilas, periksa system pendinginan
b. Tekanan minyak lumas turun : daya mesin dikurangi dengan cara menurunkan putarannya
c. Tekanan udara bilas rendah : mengecek system pendinginan dan membersihkannya
d. Terjadi bunga api pada gas buang : memeriksa gas buang dan membersihkannya
15. Bila kapal tempat anda praktik terdapat turbin gas,catatlah secara lengkap data teknis dari turbin gas yang meliputi :
a. Daya yang dibangkitkan (HP/kw) : 600 X 2
b. Putaran : 1850 RPM
c. Tekanan dan suhu pembakaran : 80 derajat celcius
d. Tekanan dan suhu udara masuk ruang pembakar : 40 derajat celcius
e. Tekanan dan suhu gas bekas : 40 derajat celcius
f. Konsumsi bahan bakar : 9,6 liter/jam



IV. PERMESINAN BANTU
1.Sebutkan macam-macam pesawat bantu yang ada di kamar mesin dan fungsinya pada kapal tempat anda praktik !
Jawab : 1. Pompa pendingin 2. pompa pelumas 3. Pompa bahan bakar 4.Kompressor 5. Generator
Fungsi dan pesawat bantu sbb :
1. Pompa – pompa gunanya untuk memindahkan cairan / udara dan suatu tempat ke tempat lain. 2. Pesawat pengubah panas gunanya untuk menurunkan / menaikkan suhu suatu cairan / gas menjadi lebih tinggi/rendah. 3. Tangki gunanya untuk menyimpan persediaan bahan bakar, minyak lumas, air tawar, air laut / ballast dan lain-lain. 6 4. Filter-filter gunanya untuk membersihkan cairan gas dengan prinsip saringan (santrifuse) dan kotoran-kotoran cair atau padat dengan jalan memberikan gaya sentrifugal. 5. Separator got gunanya untuk membersihkan air got yang dibuang ke laut dan minyak /kotoran untuk membuat air tawar kapal niaga

2.Sebutkan macam-macam pesawat bantu yang berada di luar kamar mesin dan fungsinya !
Jawab :1.Pompa Hidrolik. Pompa umumnya digunakan untuk memindahkan sejumlah volume cairan yang digunakan agar suatu cairan tersebut memiliki bentuk energi.
2.Mesin Kemudi biasa adalah kemudi yang seluryh daun kemudinya berada dibelakang poros putar.

3.Persiapan apa saja yang diperlukan pada mesin kemudi apabila kapal akan berangkat ?
Jawab ;
1. PENGKARATAN yg dialami oleh plat daun kemudi , poros dan pena kemudi
2. KEAUSAN AKIBAT GESEKANakan dialami oleh: bantalan poros kemudi, poros kemudi, pena kemudi, plat daun kemudi. Hal ini disebabkan oleh gerakan daun kemudi sehingga menyebabkan keausan     permukaan bidang geser dari poros dan pena kemudi serta bantalanya. 

4.Bagaimana cara mengubah posisi normal menjadi stanby ?
Jawab : matikan mesin lalu hidupkan auxilary engine 1 untuk stanby
5.Bagaimana cara mengoperasikan mesin pendingin ?
Jawab :
1. Sea Chest, hubungan ke laut
Sekurang-kurangnya 2 sea chest harus ada.Bilamana mungkin sea chest diletakkan serendah mungkin pada masing-masing sisi kapal.
Untuk daerah pelayaran yang dangkal, disarankan bahwa harus terdapat sisi pengisapan air laut yang lebih tinggi, untuk mencegah terhisapnya lumpur atau pasir yang ada di perairan dangkal tersebut.
Diharuskan suplai air laut secara keseluruhan untuk main engine dapat diambil hanya dari satu buah sea chest.
Tiap sea chest dilengkapi dengan suatu ventilasi yang efektif. Pengaturan ventilasi tersebut haruslah disetujui yang meliputi : Suatu pipa udara sekurang-kurangnya berdiameter dalam 32 mm yang dapat diputuskan hingga di atas deck bulk head. Adanya tempat dengan ukuran yang cukup di bagian dinding pelat.
Saluran udara bertekanan atau saluran uap melengkapi kelengkapan sea chest untuk pembersihan sea chest dari kotoran. Saluran tersebut dilengkapi dengan katup shut off yang dipasang di sea chest. Udara yang dihembuskan ke sea chest dapat melebihi 2 bar jika sea chest dirancang untuk tekanan yang lebih tinggi.
2. Katup
Katup sea chest dipasang sedemikian hingga sehingga dapat dioperasikan dari atas pelat lantai (floor plates)
Pipa tekan untuk system pendingin air laut dipasangi suatu katup shut off pada shell plating.
3. Strainer
Sisi hisap pompa air laut dipasangi strainer.Strainer tersebut juga diatur sehingga dapat dibersihkan selama pompa beroparasi.Bilamana air pendingin disedot oleh corong yang dipasang dengan penyaringnya, maka pemasangan strainer dapat diabaikan.
4. Pompa pendingin air laut
Pembangkit penggerak utama kapal dengan menggunakan motor diesel harus dilengkapi dengan pompa utama dan pompa cadangan.
Pompa pendingin motor induk yang diletakkan pada pembangkit penggerak (propulsion plant) dipastikan bahwa pompa itu dapat memenuhi kapasitas air pendingin yang layak untuk keperluan motor induk dan Bantu pada berbagai jenis kecepatan dari propulsion plant. (untuk pompa cadangan digerakkan oleh motor yang independent)
Pompa air pendingin utama dan cadangan masing-masing kapasitasnya merupakan kapasitas maksimal air pendingin yang diperlukan oleh pembangkit. Atau sebagai alternatif tiga buah pompa air pendingin dengan kapasitas yang sama dapat dipasang. Bahwa dua dari pompa adalah cukup untuk menyuplai air pendingin yang diperlukan pada kondisi operasi beban penuh pada temperatur rancangan.Dengan pengaturan ini dimungkinkan untuk pompa yang kedua secara otomatis mengambil alih operasi hanya pada temperatur yang lebih tinggi dengan dikendalikan oleh thermostat.
Pompa ballast atau pompa air laut lainnya dapat digunakan sebagai pompa pendingin cadangan.
Bilamana air pendingin dipasok oleh corong hisap (Scoop), pompa air pendingin utama dan cadangan harus dipastikan memiliki kapasitas yang menjamin keandalan pada operasinya pada pembangkit di bawah kondisi pembebanan parsial.Pompa air pendingin utama secara otomatis dibangkitkan sesegera mungkin bila kecepatan turun di bawah kecepatan yang diperlukan oleh corong.
6.Bagaimana cara mengatur Swith Thermostatif ?
Jawab : salah satu komponen yang sangat fital didalam sistem engine cooling atau pendinginan mesin adalah thermostat. Komponen ini adalah berupa katup yang terbuat dari dua buah jenis logam berbeda yang mana jika dilalui oleh suhu diatas suhu kerja maka katup ini akan membuka, dan menutup kembali ketika suhu sudah kembali dingin ( kembali ke suhu kerja ).

Hampir pasti semua kapal dilengkapi dengan komponen ini untuk menjaga suhu kerja mesin tetap optimal, sebab jika suhu mesin tidak dalam lingkaran suhu kerja yang derajat suhunya antara 85 hingga 90 derajat celcius akan membuat kinerja mesin itu sendiri menjadi tidak bagus.
7.Bagaimana cara anda mengetahui adanya kebocoran gas freon dan amoniak ?
Jawab : .Metoda Air Sabun [Soap Bubbles]
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana untuk mendeteksi kebocoran pada sistem, alat dan bahan yang digunakan :
•Air ditambah sabun secukupnya
•Tempat air sabun
•Kain
Cara untuk metode air sabun, sebagai berikut :
1.Pastikan sistem dalam keadaan tidak vacuum [tekanan sistem harus di atas 1 atm]
2.Sistem boleh dalam keadaan beroperasi ataupun tidak
3.Basahi kain dengan air sabun
4.Tempelkan pada bagian-bagian yang rentan terhadap kebocoran, biasanya dibagian sambungan pipa dengan pipa, pipa dengan komponen, baik di sekitar nut maupun hasil lasan, bagian-bagian yang biasa bocor bukan hanya dibagian sambungan saja, perhatikan pada komponen-komponen lain pun berpotensi terhadap kebocoran
5.Perhatikan permukaan yang terkena air sabun, jika ada gelembung-gelembung seperti ada udara yang meniup gelembung udara, maka dapat dipastikan di bagian tersebut ada kebocoran, baik karena lubang, atau penutupan nut yang kurang kencang
8.Bagaimana cara mengoperasikan Pury Fire untuk bahan bakar dan minyak lumas ?
Jawab : Mengoprasikan pury fire
Pada Purifier pembersihan dilakukan dengan system gerak putar (sentrifugal), jika tenaga sentrifugal diputar beberapa ribu kali putaran dalam waktu tertentu maka tenaganya akan lebih dari gaya gravitasi dan statis. Prinsip pembersihan terdiri dari beberapa jenis, hal ini disebabkan karena perbedaan berat jenis (BJ) zat cair tersebut.
9.Bagaimana cara menjalankan dan menghentikan pompa :
  1. Centrifugal
  2. Pompa Rode Gigi
  3. Pompa Hidrolik
Jawab : Cara menjalankan dan menghentikan pompa
a.centri fugal
Banyak pompa sentrifugal didesain dengan cara memungkinkan pompa beropersai secara terus menerus  untuk berbulan bulan bahkan tahunan. Pompa sentrifugal ini seringkali mengandalkan zat cair yang dipompa sebagai pendinginan dan pelumasan terhadap bearing pompa dan komponen pompa yang ada didalam lainnya. Jika aliran yang melalui pompa dihentikan ketika pompa sedang beroperasi, pompa  tidak didinginkan sebagaimana mestinya sebentar dan pompa dapat lebih cepat rusak. Kerusakan pompa dapat juga diakibatkan dari zat cair yang dipompakan yangmana suhu  mendekati kondisi jenuh.

b.pompa roda gigi.

Pompa Roda Gigi Internal (Internal Gear Pump). Pompa ini menggunakan dua roda gigi sebagai penggerak fluida kerja di dalam casing pompa.Satu roda gigi menjadi penggerak dan yang lainnya menjadi yang digerakkan.Roda gigi penggerak berada di dalam roda gigi yang digerakkan.Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut.

c.pompa hidrolik

Sistem hidrolik adalah suatu system pemindah tenaga dengan menggunakan zat cair atau fluida sebagai perantara.Sistem hydraulic ini mempunyai banyak keunggulan dibanding jika menggunakan sistem mekanikal.
Adapun keuntungannya adalah sebagai berikut:
a.       Dapat menyalurkan torque dan gaya yang besar
b.      Pencegahan overload tidak sulit
c.       Kontrol gaya pengoperasian mudah dan cepat.
d.      Pergantian kecepatan lebih mudah
e.       Getaran yang timbul relatif lebih kecil
f.       Daya tahan lebih lama. 
10.Bagaimana cara mengoperasikan system pompa got ?
Jawab : System pompa got
Pompa Got / Bilge pump Untuk menampung air kondesat / air got yang kemudian di buang keluar kapal
11.Bagaimana cara menggunakan oily Water Separator untuk pengeluaran air ?
Jawab : Pengoprasian OWS
Air got dihisap oleh Bilge pump diteruskan ke bilge separator ( stage II ) yang bercampur dengan minyak. Gravity Disck dalam bilge separator yang berputar secara sentrifuse oleh motor penggerak yang mengakibatkan memisahnya bagian-bagian berat dengan lain-lainnya yang ringan. karena pengaruh berat jenis antara air got dengan minyak kotor, maka minyak kotor terlempar bagian atas, sedangkan bagian air got terlempar kebawah ( pengaruh sentrifugal ). minyak tersebut akan mengirim sinyal ke unit control mengakibatkan selenoide valve bekerja, membuka membran piston valve, sehigga minyak kotor masuk ke sludge tank,s sedangkan air got masuk ke coaliser ( stage II ) . ke fillter naik keatas sisi kananmembalik menurun kebawah lewat filtter ke sisi kiri. konsentrasi air got dapat di monitor menggunakan OPM ( Oil Pollution Monitor ) bila konsentrasi menunjukan 15 ppm maka air got di buang kelaut namun bila konsentrasi melebihi dari 15 ppm maka keadaan sistem coaliser secara flushing dengan harapan menurunkan ppm tersebut normal dengan menurunkan overboard. minyak kotor akan ditampung di sludge tank, selanjutnya di bakar menggunakan Insalator yang mengakibatkan minyak terbakar menjadi gas dan dikarenakan pencemaran minyak tidak diperbolehkan di buang ke laut
12.Bagaimana cara mengoperasikan system pompa ballast ?
Jawab : Cara kerja sistem ballast, secara umum adalah untuk mengisi tangki ballast yang berada di double bottom, dengan air laut, yang diambil dari seachest.Melalui pompa ballast, dan saluran pipa utama dan pipa cabang.

13.Jelaskan persamaan dan perbedaan antara :
  1. Purifer dan Clarifier
  2. Cooler dan Kondensor
Jawab :

  1. purifier adalah pesawat bantu yang dapat memisahkan kotoran padat dan cair
clarifier adaah pesawat bantu yang menyaring kotoran cair saja
  1. cooler berfungsiuntuk menghilangkan energi panas yang berlebihan harus menggunakan media pendingin (Cooller) untuk menghindari gangguan fungsingsional mesin atau kerusakan pada mesin.
Condenser adalah suatu alat yang terdiri dari jaringan pipa dan digunakan untuk mengubah uap menjadi zat cair (air).

14. Jelaskan fungsi pesawat-pesawat berikut :
a. OWS
b. Ejector
c. Boiler
d. Sentrifuse
e. Evaporator
f. Ekspansi Valce
g. Sewage hant
h. Head-exchanger
Jawab : A, merupakan suatu alat kapal dimana fluida yang tidak saling larut dipisahkan satu sama lainnya karena perbedaan masa jenis (densitas)
B. Untuk mengabutkan bahan bakar
C. adalah alat untuk menghasilkan uap air, yang akan digunakan untuk pemanasan atau tenaga gerak.
D. Pemisah minyak laut terutama digunakan untuk menghilangkan air dan kotoran mekanik dari bahan bakar minyak, minyak dan minyak mineral lainnya pelumas di unit mesin diesel laut dan unit pembangkit diesel tanah-digunakan dari pembangkit listrik sehingga dapat mengurangi keausan mesin diesel dan mesin lainnya, dan memperpanjang umur mesin
E. untuk menyerap kalor dari benda dan fluida. Berbeda dengan kondensor, evaporator ditempatkan didalam ruangan pendinginan. Kompresor yang sedang bekerja menghisap bahan pendingin gas dari evaporator, sehingga tekanan di dalam evaporator menjadi rendah. Penyerapan kalor pada evaporator membuat bahan pendingin menguap dari fase cair menjadi fase gas. Perencanaan evaporator harus mencakup penguapan yang efektif dari bahan pendingin dengan penurunan tekanan yang minimum dan pengambilan panas dari zat yang didinginkan secara efisien. Harapannya adalah bahan pendingin berfase gas ketika memasuki kompresor.
F. membuat cairan tekanan yang tinggi untuk di semprotkan masuk kedalam evaporator. Ia juga mengontrol, atau sebagai pengatur system untuk mencegah evaporator dari peluapan dan pembekuan (freezing up)
G. untuk pembuangan limbah ( kotoran ) dari toilet yang ada pada geladak akomodasi yang telah direncanakan, sebelum limbah ( kotoran ) tersebut dibuang ke overboard (O/B) atau ke shore connection harus ditampung terlebih dahulu untuk dilakukan treatment. Pembuangan limbah yang tidak ditreatment di perairan teritorial, dilarang oleh peraturan perundang-undangan dan Peraturan Internasional yang berlaku untuk pembuangan limbah dalam jarak yang ditetapkan dari daratan. Sebagai hasilnya semua kapal harus mempunyai sistem pembuangan limbah sesuai dengan standar yang ditentukan.
H. sebagai pemindah panasantara fluida yang temperaturnya lebih tinggi dengan fluida yang temperaturnyalebih rendah. Proses perpindahan panas dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Maksudnya: Perpindahan panas secara langsung ialah di mana fluidayang panas akan bercampur dengan fluida dingin tanpa ada pemisah dalam suatu bejana. Sedangkan perpindahan panas secara tidak langsung ialah di mana fluida panas dan dingin tidak berhubungan langsung atau proses perpindahan panasnyamelalui sebuah perantara seperti pipa, tube
, atau peralatan lainnya

15. Jelaskan bagaimana cara/prosedur untuk menjalankan purifer !
Jawab :
  1. Menghidupkan sumber tenaga dan papan penghubung utama yang ada dalam Control Room
  2. Buka kran atau katup air tawar dari tangki air tawar ke purifier
  3. Buka kran bahan bakar masuk dan keluar purifier.
  4. Buka kran untuk heater atau pemanas dalam hal ini pemanas uap, untuk mendapatkan pemanasan yang rata inaka uap yang masuk harus distel dengan penunjukan angka antara 65° C-70° C.
  5. Setelah semua kran dalam keadaan terbuka, maka langkah selaryutnya adalah periksa lubricating oil pada rumah worm gear yang dapat dilihat pada gelas duga, bila kurang segera ditambah.
  6. Periksa rem (brake) harus dalam keadaan bebas.
  7. Jalankan heater atau pemanas dengan menekan tombol on pada Control Box .
  8. Jalankan pompa bahan bakar purifier.
  9. Purifier siap untuk diopersaikan, dengan menekan tombol start maka motor dari purifier mulai berputar, dalam waktu lebih kurang 5 menit putaran dari purifier akan mencapai maksimal yang dapat dilihat pada penunjukan jarum ampere meter. Pada saat pertama start karena beban untuk berputar agak berat maka penunjukan jarum ampere meter mencapai 10 ampere, tetapi bila putaran sudah normal maka penunjukan jarum ampere meter akan bergerak turun hingga mencapai sekitar 6 ampere.
  10. Setelah putaran normal dan maksimum maka dapat dilakukan sludging atau blow up secara manual dengan menggunakan air tawar 2-3 kali dengan tujuan membuang sisa-sisa kotoran yang menempel pada bowl disc.
  11. Bila system air tawar sudah bekerja dengan baik maka purifier sudah siap untuk melaksanakan pemisahan bahan bakar dengan air dan kotoran, dengan menekan tombol on pada panel program kontrol purifier maka purifier akan bekerja secara otomatls untuk melakukan pemisahan bahan bakar.


V. LISTRIK ELEKTRONIK DAN SISTEM KONTROL
1. Bagaimana cara menggunakan alat ukur kebocoran arus listrik ?
Jawab :
1.Putar atau setting Saklar Clamp Meter ke posisi Ampere Meter (biasanya tertulis huruf A dengan gelombang sinus diatasnya).
2.Tekan Trigger untuk membuka rahang Penjepit Clamp Meter atau Tang Ampere.
3.Jepitkan Rahang penjepit ke kabel Konduktor yang dialiri arus listrik AC (Kabel Listrik berada di tengah-tengah rahang penjepit) kemudian lepaskan Trigger Clamp Meter.
Catatan :
Jika kabel listrik tersebut belum dialiri listrik, hubungkan kabel tersebut atau ON-kan perangkat yang ingin diukur arus listriknya.
4.Baca Nilai Ampere yang tertera di layar Clamp Meter (Tang Ampere).
2. Jelaskan langkah/tahapan yang anda lakukan pada waktu mengoperasikan generator listrik hingga generator tersebut siap untuk parallel !
Jawab : Pasokan listrik ke beban dimulai dengan menghidupkan satu generator, kemudian secara sedikit demi sedikit beban dimasukkan sampai dengan kemampuan generator tersebut, selanjutnya menghidupkan lagi generator berikutnya dan memparalelkan dengan generator pertama untuk memikul  beban yang lebih besar lagi. Saat generator kedua  diparalelkan dengan generator pertama yang sudah memikul beban diharapkan terjadinya pembagian beban yang semula  ditanggung generator pertama, sehingga terjadi kerjasama yang meringankan sebelum beban-beban selanjutnya dimasukkan.
Seberapa besar pembagian beban yang ditanggung oleh masing-masing generator yang bekerja paralel akan tergantung jumlah masukan bahan bakar dan udara untuk pembakaran mesin diesel, bila mesin penggerak utamanya  diesel atau bila mesin-mesin penggeraknya lain maka tergantung dari jumlah (debit) air ke turbin air, jumlah (entalpi) uap/gas ke turbin uap/gas atau debit aliran udara ke mesin baling-baling.
Jumlah  masukan bahan bakar/ udara, uap air/ gas atau aliran udara ini diatur oleh peralatan atau katup yang digerakkan governor yang menerima sinyal dari perubahan frekuensi listrik yang stabil pada 50Hz,
yang ekivalen dengan perubahan putaran (rpm) mesin penggerak utama generator listrik. Bila beban listrik naik maka frekuensi akan turun, sehingga governor harus memperbesar masukan ( bahan bakar/udara, air, uap/gas atau aliran udara) ke mesin penggerak utama  untuk menaikkan  frekuensinya sampai dengan frekuensi listrik kembali  ke normalnya. Sebaliknya bila beban turun, governor  mesin-mesin pembangkit harus mengurangi masukan bahan bakar/udara, air, uap air/gas atau aliran udara ke mesin-mesin penggerak sehingga putarannya turun sampai  putaran normalnya atau frekuensinya kembali normal pada  50 Hz.  Bila tidak ada governor maka mesin-mesin penggerak utama generator akan mengalami overspeed bila beban turun  mendadak atau  akan mengalami overload  bila beban listrik naik.

3. Bagaimana cara memparalel generator ?
Jawab : Paralel generator dapat diartikan menggabungkan dua
buah
generatoratau lebih dan kemudian dioperasikan secar
a bersama –
sama dengan tujuan :
1. Mendapatkan daya yang lebih besar.
2. Untuk effisiensi (Menghemat biaya pemakaian operas
ional dan
Menghemat biaya pembelian)
3. Untuk memudahkan penentuan kapasitas generator.
4. Untuk menjamin kotinyuitas ketersediaan daya list
rik.
Sinkronisasi
Jika kita hendak memparalelkan dua generator atau l
ebih tentunya
kita harus memperhatikan beberapa persyaratan paral
el generator
tersebut. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi
adalah,
1
.Tegangan kedua generator harus mempunyai
amplitudo yang sama.
2
.Tegangan kedua generator harus mempunyai
frekwensi yang sama, dan
3
. Tegangan antar generator harus sefasa.
Dengan persyaratan diatas berlaku apabila,
1. Lebih dari dua generator yang akan kerja paralel.
2. Dua atau lebih sistem yang akan dihubungkan sejaj
ar.
3. Generator atau pusat tenaga listrik yang akan dih
ubungkan
pada sebuah jaringan.

4.Jelaskan fungsi batery di kapal dan bagaimana cara melakukan perawatannya ?
Jawab : Fungsi Baterai
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya.

Cara merawat :
  1. Memeriksa elektrolit
  2. Pemeriksaan permukaan baterai
  3. Memeriksa jepitan pada kutub baterai
  4. Memperlakukan kutub baterai dengan hati-hati
  5. Memeriksa dudukan baterai

5. Alat control apa sajakah yang harus anda periksa pada saat generator tersebut beroperasi ?
Jawab : 1.Panel sinkron
2. Panel generator 1
3. Panel generator 2
6. Catatlah seluruh alat ukur yang ada di kamar mesin di kapal anda serta jelaskan fungsinya masing-masing !
Jawab : Mikrometer sekrup – alat yang digunakan untuk mengukur dan melihat benda dengan satuan ukur yang memiliki ketelitian 0.01 mm.
Jangka Sorong – untuk mengukur diameter dalam, diameter luar, kedalaman tabung, dan panjang sebuah benda maksimal 10 cm.
Termometer – untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu.
7. Jelaskan fungsi control apakah yang digunakan pada system :
a. Motor Induk
suatu instalasi mesin yang terdiri dari berbagai unit/sistem pendukung dan berfungsi untuk menghasilkan daya dorong terhadap kapal, sehingga kapal dapat berjalan maju atau mundur.
b.Pendinginan Motor Induk
Jawab :
1. dalam sistem pendinginan utama, semua mesin yang bekerja pada kapal-kapal yang didinginkan dengan menggunakan sirkulasi air tawar. Sistem ini terdiri dari tiga rangkaian yang berbeda:
2.Sistem Air Laut: Air laut digunakan sebagai media pendingin di dalam air lautan yang besar mendinginkan exchanger panas yang dapat mendinginkan air tawar dari rangkaian tertutup. Mereka merupakan sistem pendingin utama dan umumnya dipasang di kopel.
3.Sistem Temperatur rendah: Rangkaian temperatur yang rendah digunakan untuk daerah temperatur mesin yang rendah dan Rangkaian ini secara langsung terhubung ke air lautan utama pada pendingin pusat; maka temperatur rendah dibandingkan dengan temperatur yang tinggi (HT sirkuit). Rangkaian LT meliputi dari semua sistem bantu.
4.Suhu tinggi Rangkaian (HT): Rangkaian HT terutama meliputi dari sistem tabung air pada mesin utama dimana suhu ini cukup tinggi. Suhu air HT dijaga oleh air tawar dengan temperatur rendah.
5. Tangki Ekspansi : Kerugian pada rangkaian tertutup yaitu air tawar terus dikompensasi oleh tangki ekspansi yang juga menyerap peningkatan tekanan karena ekspansi panas.
c. Pencegahan Kebakaran
Jawab : Cara terbaik untuk menangani kebakaran di kapal adalah Mencegah sebelum terjadi.
Sumber yang bisa mengeluarkan apai disebut dengan "IGNITION" Sedangkan "FLASH" adalah istilah yang digunakan untuk percikan atau letupan api
Kebakaran dikapal dapat dicegah dengan menemukan dan perbaikan kebocoran bahan bakar minyak, minyak pelumas dan gas buang.
Ruang generator kapal merupakan tempat yang rawan bahaya kebakaran karena tekanan tinggi yang bisa mengakibatkan bocornya pipa bahan bakar, Minyak bocor dari pipa tersebut dapat jatuh pada suhu tinggi exhaust manifold atau indicator cocks, yang merupakan titik sensisitif untuk sambaran apai.
Dalam mesin kapal modern, ada tombol katup penutup indicator cocks, namun di mesin kapal lama tidak ada sehingga agak sulit untuk menutup indicator cocks.
Pada zaman sekarang kebocoran pipa tekanan tinggi bahan bakar di salurkan melalui tangki kecil di bagian bawah mesin yang dikenal sebagai fuel leak off tank. Sangat penting untuk menjaga sistem ini dalam keadaan baik dengan secara teratur menguji tank alarm-fuel leak off thank high level alarm.
Kebocoran terutama disebabkan pipa pecah akibat getaran, klem bergesekan dengan pipa untuk membuat lubang, sambungan pipa di balik alat pengukur tekanan semakin rusak akibat penuaan (Umumnya tidak terlihat) kebocoran dari alat kelengkapan di tungku boiler depan dan insinerator depan dll kebocoran ini adalah beberapa yang paling umum "HOT SPOT" untuk api. pemeriksaan yang cermat dan berkala jugak diperlukan di sisi boiler asap dan serapan insinerator.
Kebakaran dapat dicegah dengan memberikan sebagai besar laggings efektif untuk permukaan yang panas seperti bellow pembangkit tubocharger, Main uptakes mesin knalpot setelah turbocharger, Berbagai pipa steam dan pipa yang membaw minyak panas. Laggings bisa dilakukan oleh stap kapal tetapi saman sekarang biasnya dikerjakan oleh spesial kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan ini lebih estatis, Selain itu setiap lagging dilepas, harus secepatnya di lepas.
Selain itu, juga penting untuk memeriksa / test detektor api secar teratur. beberapa jenis utama dari detektor yang digunakan pada kapal
adalah :
FLARE DETECTOR
Cahaya yang dihasilkan oleh api memiliki frekuensi berkedip karekteristik dari sekitar 25Hz. Spektrum dalam kisaran violet infra merah atau ultra dapat dipantau untuk memberikan alarm. Kebakaran minyak umumnya tidak mengeluarkan bayak asap dan jenis sensor lebih di sukai, terutama di dekat peralatan penanganan bahan bakar boiler atau untuk memberikan peringatan dini.
HEAT DETECTORS
adaah detektor panas yang memiliki unsur unsur panas mendeteksi tipe bi - logam - strip tebal dan strip tips, strip tipis lebih sensitif terhadap kenaikan suhu dari pada yang tebal. jika ada kenaiakan suhu yang mendadak, strip tipis akan membengkak cepat dari pada yang tebal. Yang menjadikan keduanya bersentuhan yang menyebabkan fire alarm berbunyi.
Selama suhu normal kedua strip akan membengkak saling berhubunagan sehingga tidak menunjukkan raeaksi. Biasanya jika laju kenaikan kurang dari pada 10 derajat C dalam waktu setengah jam, Detektor tidak akan membunyikan alarm. jika suhu menjadi naik 75 derajat celcius atau lebih kedua strip berhubungan sehingga memicu alarm.
SMOKE DETECTOR
Ada dua jenis utama dari jenis detector asap di gunakan
Light Obscuration type
Lonization Type Liquid or gas kebakaran bis terjadi tanpa adanya asap terlebih dahulu tetapi akan terbakar secara spontan. jadi detector asap tidak efektif untuk kebakaran tersebut. detector ini sebagian digunakan untuk daerah acomodasi.
Poin Penting untuk pencegahan kebakaran di kapal.
Dikamar mesin, Tempat smpah digunakan untuk menyimpan kain berminyak harus memiliki tutup (Cover). kain berminyak tidak harus tinggal atau tergeletak disekitar atau terjebak di tempat-tempat yang tidak perlu. Wadah penutup harus disediakan di setiap lantai dan di kedua sisi.
Pipa bahan bakar minyak tekanan tinggi harus diperketat untuk mengontrol kebocoran sementara mesin sedang berjalan. Juga minyak tidak boleh di bawa keturbocharger selama operasi
Sounding pipes sebaiknya selalu terutup dengan sumbat, Jangan pernah di biarkan dalam posisi terbuka, Bayak kasus yang telah dilaporkan terjadi karena minyak tumpah dan keluar dari sounding pipes yang menyebabkan kebakaran.
Loose pet cocks / small cocks pada pipa harus sering di periksa.
Exhaust leakages and sisitem leakages harus selalu diperiksa.
Awak kapal harus berhati-hati dengan kebakaran yang terjadi di dapur, terutama dengan menjaga peralatan listrik dalam keadaan baik. Perwira senior harus mengkontrol dapur saat melakukan provison karena dapur kosong dalam waktu yang cukup lama.
Salah satu pencegahan kebakaran efektif adalah dengan adanya Fire Patrol regular, Tidak ada metode yang bisa mengalahkan pemantauan fisik.
Kebakaran yang disebabkan oleh rokok masih merupakan penyebab yang paing umum. Semua perlengkapan harus disediakan untuk membuang puntung rokok (Asbak menggunakan penutup) dan jangan pernah merokok di tempat tidur.
Kebakaran juga disebabkan selama bongkar muat kargo seperti, batu bara, Untuk alasan ini, Personil kapal harus selalu membahas karakteristik kargo dan metode pencegahan yang harus diambil selama pertemuan keselamatan dan latihan mingguan.

d. Pencegahan polusi air buangan
Jawab : dengan menggunakan OWS karena dapat memisahkan air buangan yg mengandung minyak sampai kadar 15 PPM (part per million)
8. Jelaskan perawatan yang dilakukan agar alat control berikut ini agar bekerja dengan baik untuk :
a. Katub Expansi : katub ekspansi terhubung dengan receiver drier dan evaporator, kadang dipasang menempel pada evaporator atau kadang ada di bagian luar terhubung dengan pipa
b. Prisuer Swith : 1. Selalu periksa dan pastikan presure gauge yang menunjukkan tekanan udara sekitar 0,5 Mpa sampai 0,9 Mpa.
2. Pastikan pressure switch bekerja secara normal, kompresor akan mati ketika tekanan sudah mencapai 0,9 Mpa dan akan hidup kembali ketika tekanan udara turun mencapai 0,5 Mpa.
3. Pastikan safety valve kompresor bekerja secara normal, dengan menariknya sebentar dan udara bertekanan dapat keluar melalui itu jika tekanan udara melebihi standar.
4. Pastikan level oli selalu berada diantara garis merah selama beroperasi.
5. Buka drain cock valve untuk membuang air yang masuk kedalam tabung/ tangki kompresor (sampai habis airnya). Lakukan ini tiap hari bila udara di sekitar kompresor begitu lembab.
6. Periksa V-belt, dan pastikan v-belt sesuai standar, yaitu tidak terlalu kendur dan tidak terlalu kencang, serta dalam keadaan baik (tidak slip dan tidak pecah-pecah/ putus).
7. Bersihkan filter masuknya udara (air intake filter) dari debu. Debu yang menempel pada filter dapat menyebabkan kompresor bekerja lebih keras dari seharusnya. Ingat, cukup bersihkan filter dengan angin dan jangan pakai air biar debu gak malah menempel.
8. Pastikan tidak ada kebocoran pada pipa, selang dan lain sebagainya. Karena jika ada kebocoran walaupun sedikit dapat menurunkan kualias tekanan udara yang dihasilkan kompresor.
9. Pastikan tidak ada abnormal sound, contohnya seperti suara bearing motor penggerak yang rusak, suara v-belt yang slip, suara kebocoran, dan suara-suara tidak normal lainnya.
10. Selalu ganti oli kompresor setiap 2000 jam pengoperasian.
11. Perhatikan juga kebersihan kompresor agar tidak mudah berkarat.
c. Governor : C. Governor pada sistem Electronic Fuel Control (EFC) berfungsi sebagai kontrol, dengan menerima sinyal dari MPU dan kemudian mengirimkan perintah ke Actuator.
Pada perangkat elektronik Governor terdapat beberapa terminal kabel sesuai dengan fungsinya masing-masing.

9. Sebutkan dimana saja system control loop terbuka dan loop tertutup dipergunakan di kapal anda !
Jawab : . Sistem Loop Terbuka (open loop system)
Sistem kendali loop terbuka atau umpan maju (feedforward control) umumnya mempergunakan pengatur (controller) serta aktuator kendali (control actuator) yang berguna untuk memperoleh respon sistem yang baik. Sistem kendali ini keluarannya tidak diperhitungkan ulang oleh controller. Suatu keadaan apakah plant benar-benar telah mencapai target seperti yang dikehendaki masukan atau referensi, tidak dapat mempengaruhi kinerja kontroler.
2. Sistem kendali loop tertutup (closed loop system)
Pada Sistem kendali loop tertutup (closed loop system) memanfaatkan variabel yang sebanding dengan selisih respon yang terjadi terhadap respon yang diinginkan. Sistem seperi ini juga sering dikenal dengan sistem kendali umpan balik. Aplikasi sistem umpan balik banyak dipergunakan untuk sistem kemudi kapal laut dan pesawat terbang. Perangkat sehari-hari yang juga menerapkan sistem ini adalah penyetelan temperatur pada almari es, oven, tungku, dan pemanas air.
VI. KERJA BENGKEL
1.Apa perbedaan dan kegunaan palu jenis
  1. Ball peen
  2. Lead peen
  3. Cross Peen
Jawab
  1. Ball peen di gunakan untuk merapikan permukaan usai di las
  2. Lead peen digunakan untuk merapikan bagian yang berkarat
  3. Cross peen di gunakan untuk merapikan permukaan usai di las
2. sebutkan perkakas perkakas yang dipakai di bengkel kapal tempat anda poraktik
Jawab:
  1. Kikir
  2. Palu
  3. Gergaji
  4. Las
  5. Obeng
  6. Macam macam kunci
  7. Tang
  8. Obeng
  9. Dll
3.jelaskan fungsi kunci shock
Jawab:memasang dan melepas mur baut
4.apa kegunaan dari alat
  1. Scriber
  2. combionation set
  3. Spring divider
  4. Jangka tongkat
Jawab:
  1. Scriber digunakan untuk menandai logam
  2. Combination set digunakan untuk pengikat dg ukuran yg pada posisi
  3. Spring divider digunakan untuk
  4. Jangka ntongkat digunakan nunt5uk mengukur bendea kerja yang diupotong
5. sebutkan 3(tiga) kesalahan yang menyebabkan mata gergajipatah
Jawab:
  1. Kesalahan saat vpemasangan arah mata gtergaji
  2. Penyetelan kurang kencang
  3. Cara pemakaian tidaksesuai permintaan
6.apakah perbedaanjangka luar dan jangkla dalam
Jawab:
  1. Jangka luar digunakan untuk mengukur garis diameter batang bulat
  2. Jangka dfalam digunakan untuk mengukur diameter lubang
7.sebutkan bagian-bagian penting dari mikrometerluar 1
Jawab:
  1. Spindle
  2. Mur kontra
  3. Sengkang
  4. Lidah skala
  5. Lidah perasa
  6. Sorong


VII. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
1.sebutkan macam macam alat keselamatan pemadam kebakaran yang berada dikapal tempat anda praktik dan jelaskan fungsinya ?
2. Dimanakah alat – alat kebakaran itu diletakan di kapal ?
3.sebutkan alat – alat keselamatan kerja yang di pakai saat bekerja ?
4. sebutkan alat –alat yangdi perlukan saat kapal sedang bunker dan fungsinya masing masing ?
5. jelaskan kegunaan dari :
  1. Earch Lamp
  2. Solenoid valve
  3. Quickly closing valve
  4. Smoke detector

6. sebutkan macam- macam alat keamanan terhadap bahaya akibat arus listrik!
7. Dipasang pada peralatan kapal apa sajakah sekering pengaman itu ?
8. sebutkan alat alat penolong yang tersedia di kapal tempat anda praktik !
9. sebutkan usaha pengaman kecelakaan di kamar mesin sesuai dengan ketentuan yang berlaku !
10.sebutkan macam-macam alat bantu pernafasan yang beradaa di atas kapal !

1. Alat Pemadam Api Busa (FOAM)
Alat pemadam jenis busa ini sangat efektif jika digunakan untuk memadamkan kebakaran yang termasuk kategori klas A, klas B, dan klas D. Bahan dari pemadam api busa ini adalah Natrium Bicarbonate dan Alumunium Sulfat, keduanya dilarutkan ke dalam air yang akhirnya membentuk busa dengan jumlah volume 10 kali volume campuran tersebut.
Alat Pemadam Api Busa ini bekerja dengan cara menutup ruangan dengan busa yang akan mengisolasi oksigen, sehingga api bisa dicegah penyebarannya.

 Smoke Detektor Berfungsi sebagai penangkap asap dan pemberi peringatan bila terdeteksi adanya asap dan mengeluarkan alarm bunyi pada alarm bell
- Heat Detector Berfungsi sebagai penangkap api dan memberi sinyal ke panel sehingga mengeluarkan bunyi alarm pada alarm bell








- Panel MCFA Berfungsi sebagai pusat kontrol seluruh system jaringan fire alarm
 - Push Button  Berfungsi sebagai tombol darurat untuk menghidupkan alarm bila ditemui adanya kebakaran atau ap
Pemadam Kebakaran Air
Selain soda asam, alat pemadam kebakaran di kapal untuk kelas A dapat diatasi menggunakan pemadam air portable yang biasanya berukuran 9 liter. Salah satu tabung diisi dengan air dan dilengapi dengan cartridge CO2 yang berfungsi sebagai pendorong air dengan tekanan yang dihasilkannya. Saat plunger ditekan maka cartridge CO2 akan robek dan tekanan yang dihasilkan akan mendorong air keluar.


2.Dimanakah alat – alat kebakaran itu diletakan di kapal
  1. Ajungan
  2. Kamar mesin
  3. Control room





  1. Sepatu Safety
Safety Shoes
Sepatu berfungsi untuk melindungi kita dari bahaya, umumnya agar tidak terpeleset karena becek atau berlumpur, tidak bersentuhan langsung dengan benda panas an cairan kimia, tidak terkena sengatan listrik, dan sepatu ini kebanyakan dilapisi metal sehingga dapat melindungi kaki dari benda tajam atau berat.
  1. Sarung Tangan
Alat ini berfungsi sebagai pelindung tangan agar tidak terkena cidera, bahan kimia yang berbahaya jika bersentuhan langsung dengan tubuh, terhindar dari panas, dll. Tentu saja spesifikasi setiap sarung tangan dengan setiap tempat atau pekerjaan berbeda – beda.
  1. Masker
Fungsi Masker Respirator – Alat Safety
Kebanyakan orang akan memakai masker saat bepergian untuk melindungi dari polusi atau ketika sedang sakit, namun bukan berarti saat berada di dalam ruangan, Anda bisa melepas masker begitu saja. Memang pada beberapa pekerjaan penggunaan masker tidak terlalu dibutuhkan, namun untuk pekerjaan dimana kita harus terus berhadapan dengan debu atau bahan beracun, penggunaan masker adalah suatu hal yang wajib. Masker dapat membantu kita tetap bernafas dengan mendapatkan kualitas udara yang baik karena masker sendiri fungsi utamanya adalah untuk menyaring udara kotor.
  1. Penutup Telinga (Ear Plug/ Ear Muff)
Ear Plug Ultra Fit
Pada beberapa lingkungan kerja, kita akan membutuhkan ear plug ini untuk melindungi telinga kita dari kebisingan atau suara yang memekakkan telinga. Telinga kita tidak akan mampu menerima suara dengan intensitas yang tinggi dengan frekuensi yang tidak sesuai untuk ukuran telinga manusia. Misalnya saat kita bekerja di lapangan udara, maka kita tidak akan mampu menahan suara bising yang berasal dari pesawat.
  1. Kacamata pengaman (Safety Glasses)
Seperti halnya telinga yang tidak bisa menerima bising suara, mata kita pun harus kita jaga dari risiko terkena benda tajam, bahan kimia, atau percikan api. Setiap pekerjaan yang membutuhkan kacamata pasti mempunyai spesifikasinya sendiri tergantung paad situasi dan tempat dari lingkungan kerja. Tukang las misalnya membutuhkan kacamata yang membuatnya terhindar dari percikan api atau besi yang sedang dilas.
  1. Pelindung Wajah (Face Shield)
Pelindung wajah dapat melindungi bagian wajah dari terkena percikan api, pecahan benda tajam, maupun benda asing lainnya. Misalnya digunakan saat kita menggergaji atau menggerinda benda tertentu.










  1. Helm Pelindung Kepala (Safety Helmet)
Safety Helmet
Kepala merupakan bagian tubuh yang paling diutamakan untuk dilindungi karena dalam kerangka kepala terdapat otak yang mempunyai fungsi vital dalam tubuh karena itu kita harus memberikan perlindungan khusus dengan memakai helm yang berguna untuk melindungi kepala kita dari risiko terkena benda yang membentur kepala baik secara langsung maupun tidak langsung


.sebutkan alat –alat yangdi perlukan saat kapal sedang bunker dan fungsinya masing masing ?
  1. Pompa
  2. Kelengkapan kuci atau alat bantu
  3. Majun
  4. Las listrik




Solenoid valve adalah katup yang digerakan oleh energi listrik melalui solenoida, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid valve pneumatic atau katup (valve) solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust.
Lubang masukan, berfungsi sebagai terminal / tempat udara bertekanan masuk atau supply (service unit), sedangkan lubang keluaran berfungsi sebagai terminal atau tempat tekanan angin keluar yang dihubungkan ke pneumatic, dan lubang exhaust, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan udara bertekanan yang terjebak saat plunger bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve pneumatic bekerja.


Model valve
Quick Closing Valve Marine adalah valve atau katup pengaman yang biasanya terpasang pada tangki bahan bakar di kapal. Fungsi dari valve ini adalah bilamana kapal dalam keadaan darurat/emergency. Jika terjadi kebakaran dan untuk mencegah meluasnya kebakaran ke area yang lain, maka valve ini dapat ditutup sehingga terhentinya aliran bahan bakar dari tangki.
smoke detector (pendeteksi asap). Alat ini sangat bermanfaat dalam mengurangi potensi kebakaran yang timbul dari munculnya asap. Seperti yang kita tahu, kemunculan asap ini biasanya merupakan pertanda adanya api, sehingga meskipun api ini masih dalam skala kecil, namun berkat smoke detector ini maka api tersebut bisa segera dipadamkan tanpa menunggu api menjalar dan berubah ukuran menjadi besar.










Alat - alat Pengaman Listrik


Sering kita jumpai adanya berita kebakaran rumah akibat arus hubung pendek/konslet listrik. Sebenarnya hal itu bisa dihindari atau dikurangi, apabila di setiap rumah dipasang alat pengaman listrik.
Adapun bahaya listrik bisa berujud :

  • bahaya sentuh, yaitu apabila ada manusia yang bersentuhan langsung dengan listrik
  • arus hubung singkat/pendek, adalah mengalirnya arus dari potensial tinggi kepotensial rendah tanpa melalui beban. Hubung singkat bisa terjadi bila kabel listrik yang bertegangan bersentuhan dengan kabel netral atau body peralatan listrik.
  • bahaya kebakaran akibat arus hubung singkat atau konslet listrik
     Macam-macam pengaman Listrik.
Adapun alat-alat pengaman listrik yang banyak digunakan meliputi:

     1. Patron Lebur (Sekering)
Sekering adalah pengaman listrik dari adanya arus hubung singkat dan arus lebih. Ada dua macam sekering yaitu :

A. Sekering non otomatis bentuk ulir

Sekering model ini sudah tidak banyak digunakan karena kurang praktis. Apabila terjadi arus pendek atau arus yang melebihi dari batas arus yang ditentukan,maka sekering ini akan putus. Sekering putus apabila arus beban sebesar 2,3 x arus nominalnya.
Biasanya sekering ditempatkan dalam rumah sekering.

B. Sekering otomatis. 

Sekering otomatis merupakan pengganti sekering bentuk ulir. Secara fisik bentuknya sama namun untuk sekering otomatis memiliki dua buah tombol yaitu tobol besar dan tombol kecil. Tombol yang besar berada ditengah berfungsi untuk menghubungkan aliran listrik setelah terjadinya konslet atau arus lebih. Tombol kecil berada di tepi berfungsi untuk mematikan aliran listrik.

     2. MCB (Miniatur Circuit Breaker)
MCB merupakan alat pengaman listrik dari arus beban lebih dan arus hubung singkat. Untuk istalasi lisrik rumah saat ini banyak beralih ke MCB karena kehandalannya.
Di pasaran MCB dijual dalam berbagai macam kualitas dan ukuran batas arus yang beragam. Biasanya MCB dijual dengan batas arus :2 A,4A,6A,10A,16A,20A,25A,32A.


Sekering otomotif
Sekering pipih dengan berbagai ukuran: low-profile mini, mini, ATO and maxi
Sekering otomatif digunakan untuk melindungi perangkat kelistrikan pada kendaraan bermotor. Sistem kelistrikan kendaraan bermotor biasanya dibuat dengan tegangan listrik 6 volt, 12 volt dan 24 volt. Tegangan 6 volt terdapat pada mobil-mobil tua, sedang tegangan 12 volt merupakan tegangan yang umum digunakan sedang tegangan 24 volt digunakan pada mobil niaga ukuran besar.
Sekering dikelompokkan pada beberapa rangkaian, ada yang khusus untuk arus utama yang keluar dari baterai, rangkaian lampu-
Sekering (dari bahasa Belanda zekering) adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek.
Cara kerjanya apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau terjadi hubungan arus pendek, maka secara otomatis sekering tersebut akan memutuskan aliran listrik dan tidak akan menyebabkan kerusakan pada komponen yang lain.




Keselamatan awak kapal merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pelayaran. Oleh karena itu, perlengkapan keselamatan harus sudah tersedia pada tempat yang ditentukan ketika terjadi kecelakan.

Berikut beberapa peralatan penolong diatas kapal apabila terjadi kecelakaan :
1. Life Jackets
Life Jackets

Standar Life Jackets :
  1. Terbuat dari gabus sintetis yang biasanya dinamakan styrophom
  2. Pemakaiannya harus benar-benar aman melingkar ke badan dengan mengikatkan pitanya
  3. Sebaiknya dicap pada salah satu sisi dengan nama khusus yang tebal hurufnya (< 1 inchi) serta pada sisi lain dengan merek dagang dalam huruf yang lebih kecil harus mampu menyangga orang dewasa minimal 15 kg selama 24 jam dan untuk anak-anak seberat 7,5 kg
  4. Harus dibuat sedemikian rupa sehingga menghilangkan semua kemungkinan dalam pemakaian yang salah, kecuali dapat dipakai dari sisi luar maupun dalam
  5. Harus dapat menahan kepala, sehingga muka korban yang tidak sadar akan tetap berada di atas air
  6. Harus dapat digunakan untuk memutar tubuh dengan aman pada saat masuk ke air, dengan badan miring ke belakang (tidak tertelungkup)
  7. Kekuatan dan efisiensi pengoperasiannya tidak dapat dipengaruhi oleh pengaruh minyak atau bahan minyak lainnya
  8. Harus diberi warna yang dapat dilihat dengan jelas pada saat berada di air
  9. Harus dilengkapi dengan sebuah peluit yang disyahkan, yang diikat erat dengan sebuah tali

2. Life Bouy

Life Buoy
Umumnya digunakan untuk orang yang tercebur ke laut, jumlahnya tergantung pada tipe dan panjang kapal. Terbuat dari gabus padat dan dibungkus dengan terpal. Pada keempat tempat diberi ban kain yang menjadi ikatan bagi tali pegangan yang terbuat dari tali manila ataupun nylon.

Life Bouy tidak ada standart penandaan kecuali cap tanggal pemeriksaan. Di cat dalam dua warna, yaitu merah dan kuning atau putih

Bagian Life Buoy :
  1. Sebuah pelampung juga dilengkapi dengan tali pendek untuk mengikatkan lampu kalsium, baterai dan lampu elektrik.
  2. Lampu kalsium terdiri dari sebuah kaleng yang berisi karbit yang akan menyala sewaktu terkena air dengan sinar kuning serta mengeluarkan asap putih (untuk menunjukkan posisi pelampung saat malan hari).
    Lampu kalsium
  3. Lampu kalsium ini mampu menyala dengan terang selama 40 menit dan lampu elektrik mampu menyala selama 8 jam.

Persyaratan Life Buoy :
  1. Harus dibuat dari gabus yang padat atau bahan lain yang sama yang diakui oleh pemerintah
  2. Harus dapat menyangga beban besi paling sedikit seberat 14,5 kg dalam air tawar selama 24 jam
  3. Harus tahan terhadap minyak atau hasil-hasil minyak lainnya
  4. Harus mempunyai warna yang mudah diliat di laut
  5. Nama kapal dan pelabuhan induk pada pelampung tersebut harus ditulis dengan huruf kapital untuk menunjukkan bahwa pemiliknya adalah kapal yang tertulis tersebut
  6. Pelampung penolong yang diisi dengan rumput kering, sisa-sisa gabus atau yang daya apunya tergantung dari ruangan udara yang perlu ditiup, tidak boleh digunakan
  7. Harus dilengkapi dengan tali-tali pegangan yang diikat disekeliling pelampung dengan kuat, dan pada sebuah kapal paling sedikit terdapat sebuah pelampung penolong yang dilengkapi dengan tali buangan yang teraping dengan panjang minimal 27,5 m
  8. Dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis
  9. Pelampung penolong boleh berbentuk lingkaran penuh atau tapak kuda (U). Untuk lingkaran dalam pelampung yang berbentuk lingkaran penuh paling sedikit 45 cm. pelampung yang berbentuk tapal kuda harus diberi penguat sedemikian rupa sehingga bagian yang terbuka akan tetap berukuran 35-40 cm 
3. Life Craft
Dibuat sedemikian rupa dengan bentuk atas dan bawah yang sama sehingga dalam keadaan darurat dapat dilemparkan kedalam air secara cepat dan aman. Rakit penolong merupakan peti - peti kayu yang kuat dan didalamnya ditempatkan tabung-tabung udara sebagai daya apungnya. Pada sisi rakit harus diberi tali pegangan serta tali penahan sepanjang paling sedikit 10 meter dan berat rakit tidak boleh lebih dari 160 kg. Biasanya ditandai dengan tanda departemen perbuhungan, inisial surveyor dan tanggal pemeriksaannya termasuk jumlah kapasitas penumpang yang bisa dimuat.
Life Craft

Rakit penolong disimpan di salah satu dek dengan posisi sebagai berikut :
  1. Menyebar sepanjang kapal, dekat tepi dek agar mudah diluncurkan
  2. Dapat dijangkau dengan mudah dan cepat
  3. Bebas dari daerah yang panas
  4. Bebas dari lalu lintas
  5. Bebas dari penyebab kebakaran dan tali temali
  6. Bebas dari gantungan-gantungan
  7. Bebas dari minyak atau bahan perusak lainnya

Bagian - Bagian dari Life Craft




2.2    Keselamatan Di Tempat Kerja di Bidang Mesin
Keselamatan di tempat kerja khususnya di bagian mesin dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berhubungan, diantaranya yaitu: faktor manusia, faktor lingkungan kerja, dan faktor mesin itu sendiri.
1.    Faktor manusia/pribadi
Faktor manusia disini meliputi, antara lain kemampuan fisik, mental dan psikologi, pengetahuan, keterampilan, dan kelalaian. Pekerja yang sedang mengalami gangguan pada fisik, mental, dan psikologinya tidak dibenarkan melakukan pekerjaan apalagi yang berhubungan dengan mesin karena pekerjaan di bidang mesin memerlukan konsentrasi dan kewaspadaan yang tinggi sehingga dapat melakukan prosedur kerja yang sesuai dengan ketentuan agar tidak terjadi kecelakaan yang mungkin dapat menyebabkan kecacatan pada tenaga kerja. Selain itu, faktor pengetahuan dan keterampilan yang cukup juga diperlukan pekerja sebelum melakukan pekerjaannya khususnya di bidang mesin sehingga pekerja mampu mengoperasikan mesin dengan baik tanpa menyebabkan bahaya pada dirinya sendiri.
Selain faktor-faktor diatas, sebelum memasuki tempat kerja (di bagian mesin) juga terhadapat hal-hal yang perlu dilakukan oleh pekerja agar meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Alat pelindung diri yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan di bagian mesin antara lain:
1.    Safety Helmet, berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.
2.    Sepatu Pelindung (Safety Shoes), berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.
3.    Sarung Tangan, berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.
4.    Penutup Telinga (Ear Plug/ Ear Muff), berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
5.    Kacamata Pengaman (Safety Glasses), berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misal mengelas).
6.    Masker (Respirator), berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara yang buruk (misal berdebu, beracun, berasap, dan sebagainya).
7.    Pelindung Wajah (Face Shield), berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda).
8.    Alat pelidung tubuh (apron), berfungsi untuk melindungi tubuh bagian depan yaitu dari leher sampai kaki dari berbagai kemungkinan luka, seperti terkena radiasi panas, percikan bunga api dan percikan beram dan lainnya.
9.    Baju kerja, Baju harus dapat melindungi  pekerja dari luka akibat beram,  serpihan benda kerja, goresangoresan dan panas. Pakaian harus benar-benar ter-ikat atau pas dengan pemakainya. Dalam bekerja, baju terkancing secara  sempurna, sehingga tidak ada  bagian-bagian anggota badan  yang terbuka atau tidak terlindungi.

2.    Faktor lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan tempat dimana seseorang atau keryawan dalam beraktifitas bekerja. Lingkungan kerja yang mendukung keselamatan dalam aktivitas bekerja di bidang mesin antara lain: pencahayaan, Suhu, kebersihan tempat kerja, dan pemasangan tanda-tanda peringatan seperti poster.

a.    Pencahayaan
Pencahayaan didefinisikan sebagai jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan. Satuannya adalah lux (1 lm/m2), dimana lm adalah lumens atau lux cahaya. Salah satu faktor penting dari lingkkungan kerja yang dapat memberikan kepuasan dan produktivitas adalah adanya penerangan yang baik. Penerangan yang baik adalah penerangan yang memungkinkan pekerja dapat melihat obyek-obyek yang dikerjakan secara jelas dan cepat.
Tenaga kerja disamping harus dengan jelas dapat melihat obyek-obyek yang sedang dikerjakan juga harus dapat melihat dengan jelas pula benda atau alat dan tempat disekitarnya yang mungkin mengakibatkan kecelakaan. Maka penerangan umum harus memadai. Dalam suatu pabrik dimana terdapat banyak mesin dan proses pekerjaan yang berbahaya maka penerangan harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Pekerjaan yang berbahaya harus dapat diamati dengan jelas dan cepat, karena banyak kecelakaan terjadi akibat penerangan kurang memadai.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri menyaratkan bahwa standar pencahayaan di tempat kerja khususnya di bidang mesin adalah minimal 200 lux.

b.    Suhu/temperatur
Manusia selalu berusaha mempertahankan keadaan normal tubuh dengan sistem tubuh yang sangat sempurna sehingga dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi diluar tubuhnya. Tubuh manusia menyesuaikan diri karena kemampuannya untuk melakukan proses konveksi, radiasi, dan penguapan juka terjadi kekurangan atau kelebihan yang membebaninya. Tetapi, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan temperatur luar jika perubahannya tidak melebihi 20% untuk kondisi panas dan 35% untuk kondisi dingin terhadap temperatur normal ± 24 °C.
Temperatur udara lebih rendah dari 37 C berati temparatur udara ini dibawah kemampuan tubuh unutk menyesuaikasn didi (35% dibawah normal), maka tubuh manuasia akan mengalami kedinginan, karena hilangnya panas tubuh yang sebagian besar diakibatkan oleh konveksi dan radiasi, juga sebagian kecil akibat penguapan. Sebaliknya jika temperatur udara terlalu panas dibanding temperatur tubuh, maka tubuh akan menerima panas akibat konveksi dan radiasi yang jauh lebih besar dari kemampuan tubuh untuk mendinginkan tubuhnya malalui sistem penguapan. Hal ini menyebabkan temperatur tubuh menjadi ikut naik dengan tingginya temperatur udara. Temparatur yang terlalu dingin akan mengakibatkan gairah kerja menurun. Sedangkan temperatur udara yang terlampau panas, akan mengakibatkan cepat timbulnya kelelahan tubuh dan cenderung melakukan kesalahan dalam bekerja.
Untuk tenaga kerja yang terpapar lingkungan yang panas dan lembab maka kecepatan angin harus diperhatikan agar evaporasi dapat berlangsung dengan baik. Kecepatan angin yang dianjurkan tenaga kerja yang terpapar panas pada berbagai suhu adalah sebagai berikut:

Tabel 1
Suhu dan Kecepatan Angin
Suhu (˚C)    Kecepatan Angin (m/detik)
16 – 20    0,25
21 – 22    0,25 – 0,30
24 – 25    0,40 – 0,60
26 – 27    0,70 - 1,00
28 - 30    1,10 – 1,30


c.    Kebersihan Tempat Kerja
Keadaan tempat kerja yang berdebu,  licin,  becek,  berminyak, dan  berbau menyengat juga dapat mempengaruhi konsentrasi pekerja sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, sudah sepatutnya tempat kerja perlu dibersihkan dahulu sebelum melakukan pekerjaan.

d.    Tanda-tanda Peringatan
•    Tanda Larangan:
Tanda larangan adalah sebuah tanda yang biasa digunakan sebagai larangan untuk melakukan sesuatu pada tempat tertentu seperti:
                  
Dilarang buang sampah sembarangan         Dilarang masuk                                                                         
                                                                 

    Dilarang Merokok

•    Tanda Perintah:
Tanda perintah adalah tanda yang digunakan untuk menyuruh seseorang menggunakan/melakukan sesuatu hal seperti  

    Gunakan safety shoes                    Gunakan safety glasses
                                                                       
                                                              
    Tingkatkan kewaspadaan

       Gunakan PPPK               Tanggap terhadap kecelakaan

3.    Faktor Mesin
Faktor yang disebabkan oleh mesin yang dapat menyebabkan kecelakaan pada pekerja adalah keadaan mesin yang tidak baik (ada bagian yang rusak), mesin tanpa alat pengaman, dan kebisingan yang disebabkan oleh mesin.
Untuk mencegah kecelakaan kerja yang disebabkan oleh mesin dapat dilakukan dengan:
•    Perawatan Mesin
Perawatan mesin adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima. Perawatan pada umumnya dilakukan dengan dua cara: 1) Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown maintenance), dan 2) Perawatan preventif (preventive maintenance).
Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown maintenance). Perbaikan dilakukan pada mesin ketika mesinnya telah mengalami kerusakan. Kerusakan pada mesin disebabkan antara lain karena:
a)    Proses kerusakan komponen yang tidak dapat diperkirakan dan tidak dpat dicegah.
b)    Kerusakan yang terjadi berangsur-angsur dan berkurangnya kekuatan komponen karena pemakaian/keausan. Kejadian ini dapat diatasi dengan adanya inspeksi yang teratur dan mengetahui cara pencegahannya.

Perawatan preventif (preventive maintenance). Pekerjaan perawatan preventif ini dilakukan dengan mengadakan inspeksi dan pelumasan. Frekuensi inspeksi ditetapkan menurut tingkat kepentingan mesin, tingkat kerusakan dan kelemahan mesin. Program perawatan harus dibuat secara lengkap dan teperinci menurut spesifikasi yang diperlukan, seperti adanya jadwal harian, mingguan, bulanan, tiap tiga bulan, tiap setengah tahun, setiap tahun dan sebagainya.
•    Pemberian alat pengaman pada mesin
Alat pengaman (Safety device) dipasang pada fasilitas kerja, atau mesin yang berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan untuk menjamin keselamatan para pekerja. Berbagai alat pengaman berfungsi secara mekanik seperti misalnya alat pengaman untuk mesin pres atau katup pengaman pada ketel uap. Alat pengaman, seperti alat penutup pengaman gir atau gerinda, dipasang secara tetap di satu tempat. Beberapa contoh alat pengaman mesin adalah sebagai berikut:

•    Pengendalian kebisingan pada mesin
Pengendalian kebisingan pada mesin dapat dilakukan dengan memasangkan alat peredam yang dapat mengurangi tingkat kebisingan yang dikeluarkan oleh mesin tersebut. Contoh dari alat peredam tersebut adalah:


2.3    Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Mesin
Bahaya yang ditimbulkan oleh mesin sangat beragam tergantung dari jenis mesin yang digunakan. Beberapa diantaranya yaitu:
a)    Tangan masuk ke mesin gerinda
b)    Tangan terbakar (mesin gerinda)
c)    Kaki terjepit di mesin eskalator
d)    Tangan terkena pisau cutter/cutting (mesin milling, mesin secrab)
e)    Tangan terluka, rambut tersangkut pada mesin dan tertarik sehingga kepala terluka (mesin bubut).
f)    Terpapar kebisingan, dll

2.4    Pencegahan Kecelakaan Kerja Oleh Mesin
Pencegahan kecelakaan kerja pada bagian mesin perlu dilakukan sebelum, sewaktu, dan setelah bekerja.
a.    Sebelum bekerja
Keselamatan kerja yang harus diperhatikan sebelum melaksakan pekerja meliputi:
•    Persiapan dan pemakaian pelengkapan keselamatan kerja untuk si pekerja yakni; pakaian kerja sepatu kerja, helm, sarung tangan dan lain-lain.
•    Pemeriksaan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan seperti; pemeriksaan perlengkapan pengaman pada mesin-mesin dan lain-lain
•    Pemeriksaan terhadap bahan yang akan dipekerjakan seperti pemeriksaan sisi-sisi pelat yang tajam.
•    Lingkungan tempat bekerja juga perlu diperhatikan, sebab lingkungan kerja yang nyaman dapat memberikan motivasi terhadap pekerja untuk bekerja lebih kosenstrasi, sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kecil terjadi.

b.    Sewaktu bekerja
Perhatikan keselamatan kerja sewaktu bekerja perlu mendapat perhatian yang serius, sebab biasanya kecelakaan yang sering terjadi adalah sewaktu melaksakan pekerjaan. Usaha-usaha yang diperlakukan untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kecelakaan dapat ditempuh dengan jalan sebagai berikut:
•    Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
•    Jangan coba-coba mengoperasikan mesin yang tidak diketahui prinsip-prinsip kerja yang benar tehadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan.
•    Pekerja harus menguasai pengetahuan keselamatan kerja.
•    Konsentrsi penuh dalam bekerja.

c.    Selesai Bekerja
Setelah selesai bekerja keselamatan kerja juga perlu mendapat perhatian. Sebab akibat-akibat yang sering terjadi setelah selesai  bekerja ini diantaranya terjadi kerusakan pada peralatan dan mesin-mesin, juga memungkinkan terjadinya kecelakaan terhadap pekerja dan lingkungan tempat bekerja. Di samping itu kelalaian yang sering terjadi adalah lupa mematikan panel kontrol listrik. Hal ini sangat membahayakan bagi pekerja lainnya yang tidak  mengetahui seperti tanpa sengaja menekan tombol mesin atau terpijaknya kabel arus listrik dan sebagainya.


ALAT BANTU PERNAPASAN - SELF CONTAINT BREATHING APPARATUS
Alat Bantu Pernapasan - SELF CONTAINS BREATHING APPARATUS lebih sering disebut SCBA.

SCAB/SCABA (Self Contain Air Breathing / Apparatus)
SCUBA (Self Contain Underwater Breathing Apparatus)

Peralatan tersebut diatas pada dasar memiliki prinsip yang sama yaitu sebagai alat bantu pernapasan, dimana pada saat bekerja pada tempat kerja yang memiliki kandungan jumlah udara bersihnya dibawah ambang batas minimal, khususnya oksigen (O2).

Adapun bagian-bagian penting dari SCAB/A atau SCBA / SCUBA terdiri dari komponen penting, yaitu:
1. Backpack plate, berfungsi untuk mengakomodasi tabung udara (cylinder)2. Reducer Valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan dalam tabung udara (cylinder) dari tekanan tinggi menjadi tekanan rendah. Tekanan dalam tabung bervariasi berkisar 150 Bar / 200 Bar / 300 Bar menjadi tekanan rendah yaitu menjadi 8 Bar3. Lung Demand Valve (LDV), berfungsi sebagai bagian penting mengatur komsumsi pemakaian udara dari tabung dan dihirup melalui masker tertutup (Full face Mask)4. Full Face Mask, sebagai penutup wajah dan hidung untuk terhindar dari tekanan udara bebas yang terkontaminasii gas beracun atau jumlah oksigen (O2) kurang dari ambang batas minimal.5. Pressure Gauge (Pengukur Tekanan), untuk mengetahui tekanan dalam tabung udara.6. Warning Whistle, pluit penanda sebagai peringatan bahwa tekanan udara dalam tabung tinggal beberapa saat, untuk memperingatkan pemakai segera meninggalkan tempat berbahaya pada tempat yang lebih aman.
Warning visual, bisa berbentuk vibrasi (getaran) atau Sound (bunyian) kisaran 110dB pada jarak 100 cm. Sehingga mudah untuk didengar atau dirasakan oleh pemakai.
7. Cylinder (Tabung Udara), Tabung udara sesuai dengan perkembangan teknologi, banyak variasi dengan besar dan kecilnya volume udara dalam tabung. Dan terbuat dari bermacam bahan mulai dari Alloy (Alumunium), Steel (Baja) dan Fiber Composite.

Kapasitas dalam tabung biasanya berkisar: 2L, 3L, 4L, 5L, 6L, 6.8L, atau 9 L

Tekanan dalam tabung berkisar; 150 Bar, 200 Bar, 300 Bar.

Dari besar dan jenis bahan dasar tabung dapat mempengaruhi durasi pemakaian dan beratnya peralatan tersebut.






Sebagai contoh tabung terbuat dari seamless steel cylinder kapasitas 6L dengan tekanan 300 bar, dapat digunakan pada waktu +/- 45 Menit

Untuk mengetahui durasi pemakaian SCBA atau SCUBA adalah:
Volume udara dalam tabung x Tekanan Tabung
Komsumsi pemakaian dalam pernafasan

Komsumsi Pernapasan dikelompokan:
1. Rendah   : 20 Lpm
2. Medium  : 40 Lpm
3. Tinggi      : 80 Lpm







Popular Post

Berita Koplak bin Goblog